Kredit Macet Naik akibat Pandemi, Ini Solusi yang Ditawarkan Bankir ke Jokowi

Kredit Macet
5 November 2021 News

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengumumkan perpanjangan PPKM dengan sejumlah daerah yang kini turun level hingga 30 Agustus 2021, Senin (23/8/2021). (Sumber: YouTube/Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV– Sejumlah bankir melaporkan kredit macet yang jumlahnya naik akibat pandemi ke Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Rabu (8/9/2021). Mereka pun mengusulkan sejumlah solusi untuk mengatasi itu, salah satunya skema pencadangan bank yang perlu distandarisasi.

Untuk selengkapnya dapat dilihat di <a href=”https://www.babe.news/a/7005779681924350466?app_id=1124&gid=7005779681924350466&impr_id=7006892188034894081&language=id&region=id&user_id=6754649400448975874″>link</a> ini.

Komentar:

Kredit bermasalah naik karena banyak pengusaha tidak dapat menjalankan usaha nya secara normal. Terdapat aturan PKPM yang harus dipenuhi, sehingga banyak industri terkena dampaknya, seperti industri perhotelan, restoran, transportasi dsb. Sejak tahun 2020, OJK sudah mengeluarkan aturan relaksasi, yang memungkinkan bank mencatat debitur yang sebenarnya bermasalah, dapat disebut lancar, sehingga pencadangan dapat lebih kecil dan laporan keuangan “terlihat” lebih cantik. Aturan relaksasi ini sudah diperpanjang s.d. Maret 2022, belum lama ini diperpanjang lagi oleh OJK dengan pertimbangan krisis pandemi belum selesai. Jadi laporan NPL yang 2.22% sesuai berita diatas sebenarnya sudah dipoles juga sesuai POJK tadi. Agar bank memperoleh gambaran sesungguhnya, ada rasio tambahan yang dapat dijadikan acuan, yaitu LaR (Loan at risk), pada rasio ini diperhitungkan kredit dengan kolektibilitas 1 restru (artinya kredit lancar, tapi sudah dilakukan restrukturisasi sesuai POJK), Kol 2, kol 3, 4 dan 5.

Agar bank dapat disebut dalam kondisi ‘terkendali’, maka kol 1 restru dan kol 2 perlu dipilih dengan baik, mana yang sebenarnya bermasalah, mana yang Persoalannya dapat diatasi. Sebaiknya bank tetap mempersiapkan cadangan kredit untuk bagian kredit yang benar2 bermasalah.