Inflasi AS Tembus 4,2 Persen, Sri Mulyani Waspada

31 May 2021 News

Pemerintah terus mencermati perkembangan ekonomi global dalam memulihkan ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebutkan inflasi Amerika Serikat yang tinggi akan meningkatkan kewaspadaan pada sektor keuangan.
“Inflasi di AS tadi saya sebutkan 4,2 itu adalah suatu angka yang tinggi menimbulkan kewaspadaan yang tinggi atau was-was di sektor keuangan,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (25/5/2021).

Komentar:
Apabila inflasi di USA 4.2% dan Yield T-Bond 10 tahun sekitar 1.6%, maka akan terjadi negative real interest rate sekitar 2.6%, artinya investor yang menyimpan dana nya di T-Bond 10 tahun, yield yang diperoleh akan habis dimakan inflasi, sehingga daya beli nya akan menurun. Kondisi demikian akan mendorong investor investasi di emerging market misalnya Indonesia, dimana inflasi sekitar 3.12% dan Yield SBN 10 tahun sekitar 6.12%, sehingga suku bunga riil masih positif 3%. Untuk investor asing tentunya setelah mempertimbangkan country risk Indonesia, yang akan mempengaruhi nilai tukar IDR-USD. Mengapa kenaikan inflasi di USA mengkhawatirkan? Karena kondisi suku bunga riil negatif tidak akan bertahan lama, pasar akan menyesuaikan suku bunga nominal di pasar sampai bunga riil menjadi positif, dan ini kurang baik bagi Indonesia karena bisa menyebabkan capital outflow dari Indonesia.

Di Pasar modal Indonesia, peran investor asing ini masih dominan, baik pada instrumen SBN maupun saham, apalagi setelah pemain besar lokal seperti BPJS ketenagakerjaan sudah mengurangi secara signifikan peran nya pada bursa Efek Jakarta. Apabila terjadi sesuatu yang membuat investor asing khawatir, langsung akan berdampak negatif pada pasar saham maupun obligasi, yaitu nilai tukar rupiah bisa anjlok dan akhirnya BI akan terpaksa meningkatkan bunga acuan nya untuk membendung perlemahan nilai tukar rupiah. Pada kondisi seperti ini, pemerintah penting memelihara iklim ekonomi dan stabilitas keamanan terjaga agar tidak membuat para investor asing khawatir.