Setelah Uang Muka Nol Persen, Mengapa Bank Belum Tentu “Kencing Kredit”

19 February 2021 News

HARI-hari ini Bank Indonesia banyak memberi “vitamin”. Sepanjang kondisi inflasi dan nilai tukar tidak membakar perekonomian, serta sistem keuangan tak terganggu, Bank Indonesia terus memberi “vitamin” agar ekonomi bergerak naik. Ada daya beli, dan salah satunya bank-bank tidak lagi disfungsi intermediasi.

Dan setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG), akhir bulan Februari 2020, Kebon Sirih (Kantor BI) memberi stimulus agar masyarakat bisa membeli mobil murah dan kredit rumah tanpa uang muka. Bank Indonesia memberi vitamin yang tak kalah pentingnya juga, yaitu penurunan suku bunga 7-reverse repo menjadi 3,5% dari 3,75% sebelumnya. Suku bunga acuan ini terendah sepanjang sejarah Bank Indonesia.

Apakah “dosis vitamin” loan to value (LTV) ini mujarab dapat menyembuhkan sakit disfungsi intermediasi kredit saat ini? Pengalaman, masa lalu, LTV berkait erat dengan kenaikan kredit properti, atau KPR. Semakin LTV besar, maka berkorelasi dengan pertumbuhan kredit properti.

Untuk selengkapnya dapat dilihat di link ini.