Perlu Stimulus Sektor Perumahan; Turunkan Biaya BPHTB dari 5% ke 1%-2,5%

18 February 2021 News

SEKTOR otomotif sudah dapat stimulus. Bebas pajak untuk mobil murah. Namun, untuk sektor properti, kendati untuk properti kelas FLPP sudah bebas pajak, masih perlu stimulus, terutama soal biaya-biaya dan loan to value (LTV).

Besarnya biaya-biaya yang menggelayuti konsumen ini terasa berat ketika ekonomi tengah dalam kontraksi. Pertumbuhan ekonomi tahun 2020, seperti diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), terkontraksi 2,07%. Dalam kondisi seperti ini, tentu tidak mudah bagi konsumen untuk membeli properti. Sektor properti, terutama sektor real estat, meski masih tumbuh di kisaran 1,25%, tetap masih perlu stimulus.

Di lain sisi, sektor perbankan juga perlu mendapatkan stimulus seperti LTV dan proses, seperti akad kredit yang bisa online dan pengikatan notarial juga dapat dilakukan tanpa tatap muka. Di era pandemi COVID-19 ini, banyak proses kredit sektor perumahan terhambat. Jadi, perlu relaksasi.

Untuk selengkapnya dapat dilihat di link ini.