Bunga dana turun, bunga kredit tidak ikut?

23 January 2021 Banking Strategy / Market Risk / News

Bos BI: Suku Bunga Sudah Terlalu Rendah, tapi Belum Diikuti Perbankan http://share.babe.news/s/RcpjMvwQvR

Berita dari Jawapos.com tanggal 22 Jan 2021
Gubernur Bank Indonesia menilai bank harus menurunkan bunga kredit, karena bunga dana sudah turun banyak. Sepanjang 2020, BI telah menurunkan suku bunga acuan (BI-7 Day Reverse Repo Rate/BI-7DRRR) hingga ke level terendah yakni 3,75%. Bunga deposito di bank pemerintah, dan banyak bank besar lainnya sudah sekitar 3% – 3.5%, mengapa bunga kredit belum turun juga seirama mengikuti penurunan bunga dana?

Kemungkinan, salah satu penyebab nya antara lain: Bank mengalami kesulitan menyalurkan kredit, kalau dipaksakan memberikan kredit pada masa pandemi ini, maka risiko nya dinilai terlalu besar. Hal ini dapat dilihat dari data LDR (Loan to Deposit ratio), yaitu jumlah kredit dibagi dengan dana pihak ketiga (DPK), Sekarang DPK + obligasi yang diterbitkan, rasio nya disebut LFR (Loan to Funding Ratio). LDR bank sebelum Covod-19 merebak adalah sekitar 92% – 96%, sekarang LDR bank2 besar sudah sekitar 80% – 85% saja, artinya bank memang mengalami kesulitan memberikan kredit, dan banyak dana di bank idle, dan harus dibayar walaupun dengan bunga rendah. Dilain pihak, pendapat bunga dari kredit tidak berkembang karena kesulitan menumbuhkan kredit tadi. Mungkin dinilai salah satu penyebab mengapa bank sulit menurunkan bunga kredit, untuk menghindari kerugian lebih besar akibat ada idle fund tadi.

Penyebab lain, debitur tidak mudah mencari pilihan lain, karena mungkin semua bank menetapkan strategi yang sama karena mengalami hal yang sama juga. Dalam kondisi normal, terjadi persaingan antar bank, apabila bunga kredit dinilai terlalu tinggi, debitur dapat mempertimbangkan pindah ke bank lain. Tapi dalam masa pandemi ini, bank lain pun menetapkan bunga yang kurang lebih sama, kalau. Pun ada selisih, tidak sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan debitur untuk pindah bank. Nasabah deposan saja tidak banyak mempunyai pilihan, semua bank besar menetapkan bunga deposito rendah, ada bank yang menetapkan lebih tinggi, tapi karena dinilai berisiko pada masa pandemi ini, mereka emoh pindah bank. Ya sabar saja menunggu kondisi Covid-19 ini berakhir, agar terjadi lagi persaingan pasar, dan semua akan menjadi normal kembali.