LPS : Risiko Kredit Sejumlah Sektor Berpotensi Meningkat

22 January 2020 News

Risiko kredit atau loan at risk (LAR) industri perbankan beberapa bulan terakhir terbilang stagnan pada kisaran 10 persen. Namun hingga akhir tahun ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan beberapa sektor akan mengalami kenaikan.

Untuk selengkapnya dapat dilihat di link ini.

Komentar
Bagaimana cara nya agar LAR dapat diturunkan? Menurut LPS, Loan at risk (LAR) merupakan indikator risiko gagal bayar atas kredit yang telah disalurkan. Termasuk di dalamnya adalah kredit kolektibilitas satu yang telah direstrukturisasi dan juga kolekbitilitas 2 atau dalam perhatian khusus, hingga kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).
Jadi untuk menurunkan LAR ataupun NPL, bank perlu menurunkan kredit bermasalah melalui retrukturisasi, membentuk perusahaan cangkang untuk menampung kredit macet, atau menjual kredit macet pada pihak lain), dan terus meningkatkan pertumbuhan kredit, tapi tidak menimbulkan masalah baru. Ini bisa dilakukan kalau bank mampu mengidentifikasi apa masalah masa lalu yang menyebabkan NPL tinggi. Ada 3 penyebab NPL, yaitu (1) salah memberikan kredit pada awal nya (2) lemah dalam monitoring kredit dan (3) lemah dalam pengendalian risiko konsentrasi pada portfolio kredit. Mana masalah Anda? pada segmen kredit yang mana? apakah pada debitur baru? top-up atau take over dari bank lain? Identifikasi seperti ini perlu agar bank dapat segera memperbaiki pada bidang dimana terdapat kelemahan. Kalau sudah diperbaiki, jangan ragu untuk melakukan strategi pertumbuhan kredit baru lagi!

Pardi Sudradjat