Kasus Gagal Bayar Duniatex Rp 22 Triliun, OJK Tunggu Hasil PKPU

2 December 2019 News

Sepertinya praktek “name lending” sudah harus ditinggalkan. Tidak ada lagi nama besar yang kebal dari masalah. Pemberian kredit pada perusahaan besar seperti ini, bank dalam kondisi lemah untuk dapat mengontrol dan mengendalikan penggunaan kredit sesuai pembahasan. Perusahaan mempunyai banyak kreditor yang bersedia mengambil alih, perusahaan juga dapat dengan mudah menerbitkan obligasi, baik IDR maupun USD, atau meminta kredit baru dari bank lain, tanpa bank dapat menghalangi atau menghentikannya. Jadi, bagaimana seharusnya yang harus dilakukan, apabila bank ingin masuk pada segmen seperti ini?

Link Berita untuk Kasus Gagal Bayar Duniatex Rp 22 Triliun, OJK Tunggu Hasil PKPU