Bagaimana memenuhi Aturan Kepatuhan APU-PPT?

6 October 2019 APU PPT Sanction

Oleh; Pardi Sudradjat

Saat ini apabila regulator menangkap pelanggaran bank atas aturan APU PPT, bank tidak dapat menganggap remeh lagi. Bukan saja bank tidak dapat menangkap aktivitas fraud dari unit kepatuhan, tapi denda yang dikenakan sudah bukan termasuk recehan lagi. Selain itu lebih jelek lagi, bank akan dianggap tidak mempunyai proses yang memadai untuk menangkal aktivitas Anti pencucian uang dan Pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT). Penggunaan sistem dan teknologi untuk menanggulangi APU PPT juga mempunyai risiko sendiri.

Sistem pendukung program APU PPT

Penggunaan sistem ditujukan agar bank dapat memperoleh informasi mengenai nasabah secara rinci, laporan transaksi valuta asing, dan laporan aktivitas mencurigakan. Selain itu sistem juga dapat membantu bank untuk dapat melakukan identifikasi setiap nasabah, dan memahami transaksi yang umum dilakukan nasabah.

Pengadaan sistem saat ini saat ini membutuhkan investasi terbilang besar sesuai dengan kebutuhan bank. Oleh karena itu penting bagi bank sebelum berencana membeli sistem baru, melakukan mengkaji ulang atas besar dan kompleksitas aktivitas, dan kemampuan bank untuk melakukan proses APU PPT, estimasi pertumbuhan bisnis ke depan, dan teknologi yang sudah ada di bank.

Sebenarnya bank tidak perlu memiliki sistem yang semua nya serba otomatis, karena harga nya akan sangat mahal. Yang penting bagi bank adalah dapat mematuhi regulasi yang berlaku, dan melakukan aktivitas secara aman dan benar termasuk: mampu menatausahakan berbagai formulir sesuai ketentuan, melakukan identifikasi transaksi mencurigakan, memelihara dokumentasi yang diperlukan, dan menggunakannya pada saat diperlukan pada periode waktu yang ditetapkan. Apabila semua dapat dilakukan secara manual, bank tidak perlu membuang uang untuk membeli sistem yang mahal.

Pada dasarnya, bank wajib memiliki “sistem” sesuai dengan ukuran bank, kompleksitas transaksi dan risiko. Mempunyai sistem canggih juga percuma apabila bank tidak dapat secara efektif mengelola risiko APU PPT.

Sistem APU PPT dan Vendor

Sistem APU PPT harus sesuai dengan aktivitas aktual di bank dengan didukung oleh vendor yang dapat dipercaya. Sekarang ini bank dapat dengan mudah melakukan shopping untuk sistem APU PPT yang sudah jadi dan tinggal pakai. Bank juga dapat membeli sistem yang perlu penyesuaian sesuai kebutuhan. Bank juga dapat mengembangkan sendiri sistem APU PPT, atau dengan cara outsource atau alih daya pada pihak ketiga. Menetapkan sistem yang kurang yang tepat atau vendor yang tidak Bonafid dapat menciptakan risiko baru bagi bank. Untuk menentukan pemilihan sistem APU PPT perlu memperhatikan: (1) kesesuaian sistem dengan ukuran dan kompleksitas aktivitas bank (2) Menilai kemampuan bank untuk mengelola sistem tersebut sebelum memutuskan untuk dikerjakan sendiri atau melakukan proses alih daya (3) Menilai pengalaman vendor dengan sistem APU PPT, sudah berapa lama menjalankan bisnis APU PPT, kekuatan keuangan untuk terus mendukung perkembangan sistem, dan referensi bank yang sudah menggunakan sistem tersebut. (4) Menilai kemampuan vendor terhadap kebutuhan bank yang utama, kemampuan vendor memberikan bantuan advis pada area ini dan memberikan pelatihan pada petugas bank yang mengelola APU PPT. (5) Apakah sistem dari vendor dapat diintegrasikan dengan sistem lain yang sudah ada di bank (modular) (6) Apakah sistem mampu membedakan spelling nama yang mirip yang sering dilakukan orang yang melakukan kejahatan APU PPT. Apakah bank dapat menetapkan sendiri kriteria transaksi yang mencurigakan? (7) Apakah bank mempunyai sumber daya yang memadai untuk menggunakan semua sistem yang ada? Apakah fitur sistem sesuai dengan kebutuhan bank atau berlebihan? Siapa yang seharusnya membaca laporan yang dihasilkan sistem? Bagaimana sistem memberikan peringatan dini atas terjadi nya transaksi yang mencurigakan?

Semua saringan tersebut berguna untuk mencegah atau menghindari bank dari proses memilih vendor atau sistem yang salah atau tidak sesuai dengan kebutuhan bank.