Menyoal Pernyataan selera risiko (risk appetite)

5 October 2019 Credit Risk

Risk appetite atau selera risiko merupakan jumlah risiko yang bersedia diambil perusahaan dalam rangka mencapai target laba yang ditetapkan. Selera risiko dan toleransi risiko sering digunakan bersama, walaupun kedua istilah tersebut sebenarnya berbeda. Toleransi risiko adalah jumlah tertentu yang boleh melewati risk appetite sesuai limit. Rencana kerja tahunan perusahaan wajib dibuat dengan memperhatikan batasan dari selera risiko dan toleransi risiko, untuk memastikan perusahaan dalam melaksanakan strategi tidak melampaui limit risiko. Bahasa gampang nya, selera risiko adalah seperti CEO ingin membawa perusahaan dengan strategi yang agresif, moderate atau konservatif.

Selera risiko ditetapkan sejalan dengan target komersial yang diinginkan. Tidak ada perusahaan yang bersedia mengambil risiko tanpa imbal hasil yang memadai sesuai besar risiko yang diambil. Pada umumnya, para pemangku kepentingan seperti pemegang saham, regulator menginginkan perusahaan menerapkan suatu kebijakan selera risiko yang dipahami oleh seluruh jajaran organisasi, dan dilaksanakan dalam menjalankan usaha nya.

Kerangka Selera Risiko dan Pernyataan selera risiko

Mengikuti model dari RMA, Kerangka selera risiko memberikan pendekatan secara struktural pada proses pengelolaan, pengukuran dan monitoring risiko. Kerangka merupakan satu cara agar perusahaan dapat melaksanakan strategi bisnis dimana terdapat keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, dan risiko yang diambil tidak melebihi selera risiko yang ditetapkan.

Pernyataan selera risiko merupakan pernyataan jumlah risiko yang bersedia diambil perusahaan dalam rangka menjalankan bisnis sesuai rencana kerja yang ditetapkan.

Pimpinan perusahaan wajib memahami hubungan yang melekat diantara strategi bisnis, rencana kerja bisnis, dan risiko. Pernyataan selera risiko merupakan alat yang dapat mengakomodir hubungan tersebut. Dalam hal ini, unit manajemen risiko bertugas sebagai dirigen, yang  merupakan bagian integral dari keseluruhan strategi dan rencana bisnis perusahaan. Peran manajemen risiko sangat menentukan peluang mencapai sukses, imbal hasil yang memadai dan penciptaan nilai perusahaan.

Pernyataan selera risiko terdiri dari dua bagian yaitu: (1) Penjelasan mengenai alasan perlu nya menentukan selera risiko, proses pengembangan, dan bagaimana penggunaannya dalam proses perencanaan bisnis. (2) Pernyataan baik secara kuantitatif maupun kualitatif mengenai selera risiko perusahaan.

Selera risiko yang sudah ditetapkan menjadi kebijakan perusahaan akan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menetapkan: (1) Strategi untuk mencapai tujuan perusahaan (2) Proses inisiasi kredit dan metode pengambilan keputusan. (3) Penentuan limit dan manajemen portfolio. (4) Proses meluncurkan produk baru. (5) Pemberian kompensasi dan insentif berbasis risiko.

Menetapkan kerangka selera risiko

Menetapkan Pernyataan selera risiko perlu melibatkan pada pemangku kepentingan terkait, karena pada akhirnya, Pernyataan selera risiko harus dapat diterima oleh para pemangku kepentingan. Sesuai model RMA, Pada umumnya penetapan Pernyataan selera risiko akan memerlukan:

  1. Tujuan dan strategi perusahaan yang ditetapkan oleh para pemangku kepentingan.
  2. Direktur utama yang akan menjadi penghubung komunikasi antara para pemangku kepentingan.
  3. CRO dan para manajemen senior yang bertugas membahas pada satu fokus group, untuk menentukan besar risiko yang sebaiknya diambil dalam rangka mencapai tujuan perusahaan dan menciptakan nilai tambah.
  4. Setiap unit kerja berkontribusi memaparkan rencana kerja mereka, identifikasi risiko yang melekat pada proses kerja dan menetapkan tingkat risiko yang dapat diambil sesuai arahan top down.
  5. Unit manajemen risiko menyiapkan laporan kerangka selera risiko, dengan mempertimbangkan risiko yang diusulkan semua unit kerja, menyesuaikan dengan arahan top down dari Direksi mengenai strategi perusahaan, besar risiko yang akan diambil, dan kapasitas modal yang dimiliki perusahaan.
  6. Dokumen hasil pembahasan didiskusikan dengan kepala unit kerja dan manajemen senior, diadakan proses revisi apabila perlu, dan disetujui bersama. Proposal diajukan pada komite tingkat Direksi untuk dibahas dan disetujui.
  7. Setelah pernyataan selera Risiko disetujui, maka diadakan program komunikasi pada seluruh jajaran organisasi, digunakan pada proses pembuatan rencana kerja tahunan, dan dikaitkan dengan semua kebijakan dan SOP perusahaan.
  8. Unit kerja diharuskan menyusun rencana kerja berdasarkan pernyataan risk appetite perusahaan yang sudah disetujui Direksi.
  9. Unit bisnis melakukan kaji ulang atas semua kebijakan dan SOP serta sistem limit untuk memastikan semua nya sejalan dengan pernyataan risk appetite.
  10. Pelaporan risiko menjelaskan posisi risiko dan limit yang ditetapkan sesuai Pernyataan selera risiko yang berlaku.

Contoh Pernyataan Selera Risiko

  1. Bank akan menerima biaya untuk ekspansi ke pasar baru akan menurunkan laba operasional maksimal 15% dalam 3 tahun mendatang dihitung dari rata-rata laba operasional 5 tahun terakhir.
  2. Bank akan memelihara tingkat kepuasan pelanggan minimal 85%
  3. Bank akan memelihara rating tingkat kesehatan bank pada rating 2 atau lebih baik, dan rating untuk profil risiko 2 atau lebih baik.
  4. Bank akan memelihara tingkat NPL lebih kecil dari rata-rata NPL pesaing dalam BUKU yang sama.