Sertifikasi Perkreditan

20 September 2019 Credit Risk

Masalah yang sering dihadapi perbankan adalah dalam menetapkan jabatan tertentu pada pejabat di organisasi yang terkait dengan perkreditan. Sebenarnya kompetensi apa yang diperlukan oleh seorang pada jabatan RM (Relationship Manager), pejabat loan officer, anggota komite kredit dsb. Kompetensi apa yang diperlukan seorang kepala cabang, kepala wilayah agar dapat melakukan tugasnya dengan baik. Masalah ii dapat diatasi apabila bank mempunyai sistem sertifikasi perkreditan.

Sistem Sertifikasi Perkresitan

Pada sistem sertifikasi perkreditan, bank sudah menentukan, bahwa seorang relationship manager wajib memiliki sertifikasi modul A, B, C. Seorang loan officer wajib memiliki sertifikasi modul B, D, F dsb. Dengan cara ini, promosi pegawai tertentu pada jabatan terkait perkreditan dapat ditetapkan secara sistematis dan mempunyai dasar yang kuat. Pada tahapan ini, bank sudah dapat menghindarkan praktek promosi jabatan hanya berdasarkan perasaan dari atasan pegawai ybs. tanpa penilaian kebutuhan kompetensi yang objektif. Masalah akan leih besar apabila promosi jabatan yang penting seperti perkreditan hanya didasarkan pada hubungan dekat atau ‘like’ dan ‘dislike’ saja. Sertifikasi perkreditan merupakan suatu sistem validasi keterampilan dan kompetensi yang objektif terkait bidang perkreditan. Seorang pejabat yang memiliki sertifikasi level tertentu akan dapat menunjukkan pengetahuan dan kompetensi yang mendalam pada berbagai situasi yang mungkin terjadi pada bisnis perkreditan. Dia akan dapat menunjukkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola risiko kredit. Disamping itu pejabat dengan sertifikat perkreditan akan dapat memahami praktek terbaik pengelolaan bisnis perkreditan.

Baca Selengkapnya