Mengenal CVA (Credit Valuation Adjustment)

20 September 2019 Market Risk

Dalam diskusi dengan beberapa bankir senior baru-naru ini, saya mendapat informasi bahwa saat ini beberapa bank di Indonesia diminta mengisi form perhitungan CVA oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebenarnya, apa yang dimaksud CVA tersebut?

Secara teoritis CVA adalah selisih antara nilai pasar portfolio bebas risiko (risk free) dengan nilai pasar portfolio yang sebenarnya. Jadi untuk portfolio atau perjanjian derivatif dengan counterparty bebas risiko misalnya pemerintah, maka CVA sama dengan nol, tapi apabila counterparty transaksi tersebut merupakan perusahaan yang berisiko, maka CVA adalah risiko counterparty yang menurut Basel III perlu disiapkan sejumlah modal tertentu sesuai risiko CVA tersebut. Jadi CVA adalah nilai pasar dari risiko default dari counterparty, atau counterparty risk (CCR) yang besarnya tergantung dari kualitas rating kredit (atau credit spreads) dari counterparty tersebut.

Bisnis bank atau perusahaan pada umumnya mengandung risiko. Salah satu cara untuk mengendalikan risiko adalah dengan transaksi derivatif seperti transaksi kontrak Futures, Forward, Options, Swaps. Transaksi derivatif dilakukan dengan counterparty tertentu dengan exposure dan jangka waktu tertentu. Pada saat kontrak dibuat, nilai pasar derivatif sama dengan nol. Dengan berjalannya waktu, karena faktor pasar misalnya suku bunga pasar dan nilai tukar berubah, maka salah satu pihak dalam perjanjian derivatif tersebut akan mempunyai tagihan derivatif dan pihak lainnya kewajiban derivatif. Misalnya ABC mempunyai tagihan derivatif pada XYZ, dan XYZ bangkrut sebelum perjanjian derivatif jatuh tempo, maka ABC bisa gigit jari karena tagihannya tidak tertagih atau hanya dapat ditagih sebagian saja. Jadi ada kemungkinan pihak yang melakukan transaksi derivatif dan kemudian mempunyai tagihan akan mengalami kerugian. CVA adalah nilai ekspektasi (expected loss) dari potensi kerugian tersebut dan perlu dilakukan lindung nilai misalnya dengan CDS (credit default swaps), total return swap dsb, atau disiapkan modal untuk menutup potensi kerugian tersebut.

Sebenarnya Basel II sudah memperhitungkan CCR melalui penetapan faktor konversi, tetapi tidak memperhitungkan perubahan credit spread dari counterparty selama 1 tahun masa kontrak derivatif, dan masalah ini yang diperbaiki oleh Basel III.

Besar dari CVA dapat ditentukan antara lain dengan CVAR (Conditional Value at Risk) atau expected shortfall (ES). VaR (Value at Risk) adalah potensi kerugian dari portfolio pada confident level tertentu (misalnya 99%) dan jangka waktu tertentu (misalnya 1 hari). Apabila daily VaR (99%) = 3%, artinya ada 1% kemungkinan portfolio dapat mengalami kerugian lebih dari 3% dalam 1 hari. VaR mengabaikan kerugian diatas confident level 99%. CVaR = 4.5% artinya dari 1% risiko kerugian terbesar, rata-rata ekspektasi kerugian adalah 4.5% dari total nilai portfolio.